Pencurian Uang (Fraud) di Perusahaan Kecil

 In Artikel

Perusahaan dengan jumlah karyawan di bawah 100 berisiko mengalami kerugian fraud karena kurangnya sistem kendali internal yang lengkap serta pemberian tanggung jawab kegiatan akuntansi kepada orang yang tidak sesuai di bidangnya. Hal ini menimbulkan kesempatan-kesempatan bagi karyawan untuk melakukan fraud keuangan. Ditambah lagi pada umumnya perusahaan kecil melibatkan orang-orang yang sudah dikenal baik seperti kerabat maupun teman dari karyawan sehingga perusahaan menempatkan kepercayaan yang tinggi namun tidak mengantisipasi resiko fraud yang mungkin terjadi.

Berdasarkan laporan ACFE, lima skema fraud yang paling umum adalah billing fraud, korupsi, check tampering, skimming dan expense reimbursement fraud. Korupsi biasanya dilakukan dengan tindakan kriminal seperti menyuap. Sayangnya, usaha-usaha kecil biasanya tidak melaporkan tindakan ini kepada pihak berwajib dengan berbagai alasan seperti menutupi aib.

Sebanyak 87% pelaku fraud berdasarkan studi ACFE di tahun 2012 tidak dilaporkan kepada pihak berwajib, bahkan tidak mendapatkan hukuman maupun pemecatan oleh pemilik usaha. Akibatnya tindakan ini dapat mempengaruhi karyawan lain, bahkan karyawan yang paling dipercaya untuk mencuri dari perusahaan, terutama karena mereka biasanya memiliki akses langsung ke keuangan perusahaan.

Ada berbagai motif di balik pencurian uang. Biasanya para pelaku dipicu oleh ketamakan, tekanan finansial yang dihadapi, maupun ketidakpuasan selama bekerja. Karyawan-karyawan yang tidak puas biasanya merasa terlupakan meskipun telah bekerja keras untuk organisasi tersebut. Dalam beberapa kasus lain, karyawan yang melakukan pencurian merasa bahwa mereka berhak memperoleh kompensasi uang yang tidak didapatkan selama ini. Mereka juga membenarkan diri bahwa mereka hanya meminjam uang sementara waktu dan akan mengembalikannya di masa depan. Kombinasi motif, pembenaran serta kesempatan mencuri meningkatkan potensi karyawan untuk melakukan tindakan fraud di dalam perusahaan.

Pada umumnya penyebab utama pelaku pencurian uang di perusahaan kecil adalah karena manajemen terlalu mempercayai mereka. Sayangnya rasa percaya tersebut justru dimanfaatkan oleh pelaku untuk menutupi pencurian. Bahkan bila pemilik usaha menemukan tindakan yang mencurigakan, mereka biasanya menganggap karyawan mereka tidak mungkin mengkhianati kepercayaan yang sudah terjalin selama ini, sehingga tindakan mencurigakan tersebut tidak ditelusuri lebih lanjut dan mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar.

Mengutip dari Fraud Magazine Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar kecurangan tidak terjadi, antara lain:

  1. Mengelola akun bank perusahaan dengan online banking selain buku bank, dan berikan akses tersebut kepada lebih dari satu orang yang dapat dipercaya. Kemudian lakukan pengecekan secara berkala terhadap aktivitas transaksi.
  2. Mintalah konsultan keuangan independen untuk melakukan aduit internal di area mencakup payroll, billing, bank reconciliation, account balances serta verifikasi vendor. Bila karyawan di dalam perusahaan mengetahui bahwa audit dadakan dilakukan secara berkala oleh perusahaan, maka kesempatan untuk melakukan kecurangan dapat diperkecil.
  3. Asuransikan perusahaan Anda dari kecurangan karyawan. Ada jenis asuransi yang melindungi perusahaan dari kerugian yang disebabkan oleh pencurian uang oleh karyawan.
  4. Ciptakanlah suatu budaya anti fraud di perusahaan dengan peraturan yang jelas dan dipahami oleh seluruh karyawan. Demikian pula bentuk disiplin atau konsekuensi terhadap bentuk kecurangan harus diketahui oleh seluruh karyawan.
  5. Lakukan pengawasan terhadap gaya hidup karyawan, terutama mereka yang bertanggung jawab mengelola keuangan perusahaan, apakah gaya hidup mereka melebih dari pendapatan mereka.

Namun, apabila terjadi fraud di perusahaan, maka perusahaan perlu melakukan investigasi menyeluruh. Perusahaan kerap kali perlu melibatkan profesional investigator ketika kasus yang dihadapi kompleks dan perusahaan tak memiliki sumberdaya dan pengetahuan untuk melakukan investigasi. Integrity Indonesia dengan pengalaman di bidang kepatuhan selama lebih dari lima belas tahun menyediakan jasa penyelidikan pencurian di kantor, pabrik dan gudang untuk menentukan identitas pelaku dan jaringan yang beroperasi di dalam dan di luar perusahaan dan mengumpulkan bukti untuk tujuan pemulihan.

Para penyelidik kami melakukan aktivitas-aktivitas berikut:

  • Pemeriksaan latar belakang individu
  • Pengawasan dan pemantauan
  • Penyelidikan rahasia dalam perusahaan

Hubungi kami untuk mengetahui lebih detail tentang layanan investigasi pencurian dan layanan kepatuhan lainnya.

 

Baca Juga:

5 Langkah Sigap Ketika Fraud Terdeteksi

Vendor Due Diligence: 3 Perangkap yang Harus Dihindari Perusahaan

Bagaimana Perusahaan Melakukan Investigasi Internal?

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search