Indonesia Melawan Obat Palsu

 In Artikel, Indonesia

Obat palsu bukanlah hal yang baru di Indonesia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obat palsu adalah obat yang secara sengaja diproduksi dengan memalsukan identitas maupun komposisinya. Menteri Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berwenang yang menyerupai obat lain yang memiliki ijin resmi.

Ciri-ciri obat palsu antara lain:

  • tidak memiliki komposisi aktif untuk mengobati
  • mengandung komposisi aktif namun tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan
  • mengandung senyawa yang beracun
  • mengandung komposisi yang berbeda dengan obat asli
  • memiliki tanggal masa berlaku yang tidak sesuai
  • memiliki kemasan yang berbeda dengan obat asli

Obat palsu berdampak buruk bagi pemerintah, masyarakat dan industri obat. Pemerintah akan kehilangan pajak yang seharusnya diterima, sedangkan produsen resmi obat mengalami kerugian baik secara materiil maupun non materiil mencakup reputasi dan bahkan royalti. Namun demikian masyarakat adalah pihak yang paling dirugikan karena obat palsu berakibat buruk terhadap kesehatan mereka.

Obat palsu secara alami sulit untuk dikenali karena penampilannya menyerupai obat asli. Obat palsu sangat berbahaya dan tidak efektif seperti obat asli karena biasanya tidak mengandung komposisi yang benar, atau pun memiliki komposisi yang salah, dan juga dengan kadar yang salah. Obat palsu secara umum mengandung tepung jagung, tepung kentang, kapur, dan seringkali diproduksi di lingkungan yang tidak sesuai standar oleh pihak yang tidak memiliki kualifikasi yang tepat. Obat palsu dapat mengandung komposisi yang tidak murni dan seringkali terkontaminasi bakteri. Yang paling buruk adalah obat palsu dapat mengandung bahan-bahan beracun seperti arsenik, racun tikus, cat, dsb. Obat-obat ini mungkin saja tidak menimbulkan efek negatif bagi konsumen namun seringkali juga tidak efektif di dalam menyembuhkan penyakit konsumen. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kondisi kesehatan konsumen yang benar-benar membutuhkan obat untuk penyakit yang sifatnya darurat maupun fatal.

Pemalsuan obat merupakan industri yang sangat besar. Organisasi WHO memperkirakan bahwa bisnis obat palsu di dunia saat ini mencapai lebih dari 75 milyar dolar Amerika dan para kriminal setiap harinya menjadi semakin kompeten dalam membuat kemasan yang menyerupai aslinya. Berdasarkan data International Pharmaceutical International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), keuntungan dari penjualan obat palsu di masyarakat dapat mencapai lebih hingga 10% dari total pasar obat. Di Indonesia sendiri bisnis obat palsu mencapai 3,8% berdasarkan data yang diterbitkan oleh Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) pada tahun 2016. Obat palsu di Indonesia mencakup 25% dari bisnis obat Indonesia yang nilainya mencapai 2 milyar dolar Amerika.

Menghentikan produksi dan penjualan obat palsu menjadi tantangan bagi pihak hukum di Indonesia. Pada tahun 2015, sebuah perusahaan farmasi Perancis bernama Sanofi melakukan sebuah survey untuk mengetahui pandangan masyarakat di beberapa negara Asia termasuk China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 86% masyarakat Indonesia menyadari dampak buruk dari obat palsu. Meski demikian, lebih dari 50% orang Indonesia yang disurvey mengaku tidak dapat membedakan obat palsu dari obat asli.

Obat palsu juga mulai marak dipasarkan secara online. Terlepas dari resiko memperoleh obat palsu, berbelanja obat secara online memberikan berbagai keuntungan seperti mendapatkan obat yang sulit ditemukan di pasar dan tentu saja harga yang lebih murah. Menurut WHO, sekitar 96% situs penjualan obat di seluruh dunia adalah situs yang menjual obat palsu dan lebih dari 50% obat yang dibeli dari situs-situs tersebut menutupi alamat aslinya. Pada tanggal 30 Mei sampai 7 Juni 2016, Indonesia mengamankan ribuan kemasan obat ilegal senilai 4,2 juta dolar Amerika. Ribuan obat palsu ini diamankan dari 64 pabrik dan tempat produksi di seluruh Indonesia. Di waktu yang sama sebanyak 214 situs yang menjual obat palsu juga dipaksa tutup.

 

 

 

 

 

 

Sumber:

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search